Untuk masa kini mesin cetak buku terbagi dua yaitu mesin cetak digital dan mesin cetak offset konvensional, perbedaan dari mesin ini masing masing dibedakan dari cara operasionalnya, untuk mesin offset diperlukan plat/pelat sebagai master transfer image, sedangkan mesin digital menggunakan laser yang berperan menggambar image, adapun perbedaan secara mendetil bisa dijelaskan sebagai berikut
MESIN OFFSET SHEET
Menggunakan pelat/plat sebagai media gambar yang akan ditransfer untuk dicetak, untuk tahapan cetak bermula dari susunan warna cetak yang akan dicetak CMYK atau BW, untuk cmyk dibutuhkan mesin 4 warna agar efektif, atau mesin 1 warna tetapi jalan 4 kali pengulangan cetak, untuk cetak bw menggunakan mesin 1 warna dengan jalan cetak 1 kali, cara kerja pelat tersebut dibutuhkan roll air dampening untuk pembasahan area diluar image yang mana menggunakan fountain alkohol sehingga tercipta transfer cetak yang bersih sesuai media plat yang kemudian diteruskan oleh blanket yang berfungsi menerima transfer tinta tersebut dan diteruskan ke kertas, inilah yang dinamakan proses cetak, dari jalannya kertas dari feeder pengumpan menuju silinder transfer dan diteruskan ke delivery pile dengan curing powder untuk melindungi kertas tidak flek saat masih basah proses akhir serta
ukuran mesin offset ada beragam ukuran sesuai kebutuhan mulai dari ukuran 25×35, 32×46, 36×52, 45×58, 48×66, 52×72 sampai 72×102, untuk cara cetak buku tersebut sesuai ukuran mesin tersebut, misal akan mencetak buku ukuran A4 200 hal menggunakan mesin 36×52, mesin tersebut dapat menghasilkan 2 halaman, seningga kebutuhan plat menjadi banyak yaitu 100 plat cetak dengan kata lain cetak berulang 100 kali dengan plat berbeda
Kelebihan dan Kekurangan Mesin Offset, sangat efektif untuk pekerjan Single data seperti packaging, sangat efektif untuk oplah besar banyak karena dengan speed yang tinggi serta akurasi warna yang lebih stabil, sedangkan kekurangannya sangat tidak efektif untuk mencetak buku dengan oplah sedikit short run, karena membutuhkan plat yang banyak sehingga tidak efisien
MESIN DIGITAL
Perkembangan dunia cetak lambat laun ke arah Digital dikarenakan tuntutan, efisiensi, kecepatan dan banyak faktor. Untuk Mesin digital ini bekerja menggunakan Laser sebagai drawer penggambar image, prosesnya pun lebih singkat karena sudah didukung oleh sistem teknologi yang sudah difasilitasi oleh mesin tersebut, alur pencetakannya mulai dari file dikirim ker server mesin, yang mana mesin tersebut mengolah data dibaca laser dan mulai mendrawing image tersebut ke drum imaging dari sini tinta toner cetak akan bekerja akan di carrier oleh pengembang starter dteruskan ke drum imaging untuk selanjut ditransfer ke sabuk belt transfer, sering disebut intermediate belt transfer, setelah tinta ditransfer ke sabuk intermediate mesin akan melakukan transfer kembali ke media kertas dengan menggunakan 2transfer, dari sinilah cetakan terbentuk dan salurkan fuser pemanas agar cetakan seketika instan kering
Kelebihan mesin digital, sangat cocok untuk mencetak buku, karena sudah support variabel data sehingga cetak buku bisa langsung jadi dan tersusun sehingga tidak perlu lagi proses collating dan folder